kali ini saya berbagi puisi lagi niii
puisi berjudul polusi
Rupa hitam kota yang sadis
Lalu lalang tak henti melintas
Membuat hatinya semakin teriris
Kerasnya ibu kota yang menyayat
Penuh derita terbalut selimut
Yang kami butuh ialah rindang
Risau hati kelak tak datang
Sengsara memasuki lingkup kehidupan
Seolah bersahabat namun mematikan
Cara mengurangi yang baru dipahami
Entah siapa yang berhati nurani?
Memberi lebih rasa peduli
No comments:
Post a Comment